Rabu, 07 Maret 2012

Posted by AHMAD HILMY ASHOF On 09.32
Makanan utama kelinci liar di alam bebas sebenarnya adalah dari jenis rumput-rumputan, biji-bijian, sayur-sayuran, dan buah dimana jenisnya sangat banyak tersedia sehingga bisa mencukupi semua kebutuhan gizinya. Untuk kelinci yang dipelihara atau diternakkan, para pemilik atau peternak kelinci tentu akan susah mendapatkan banyak jenis rumput dan sayur-sayuran saat ini dari alam sehingga pakan utama kelinci muncul dalam bentuk olahan konsentrat seperti pelet atau butiran dengan komposisi sedemikian rupa sehingga kebutuhan energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral penting kelinci terpenuhi.
Akan tetapi hanya mengandalkan konsentrat atau pelet sebagai makanan kelinci tanpa menyelingi dengan rumput juga tidak baik. Selain mengandung beberapa protein, mineral penting seperti kalsium, dan kandungan senyawa yang menyehatkan, rumput-rumputan juga merupakan sumber pasokan serat yang penting untuk kelinci. Serat yang diperoleh sayuran, dan terutama dari rumput-rumputan sangat penting untuk kesehatan kelinci, antara lain menjamin kelancaran dorongan dan gerakan makanan dalam saluran pencernaan dalam tubuh. Gangguan gerakan makanan dalam saluran pencernaan bisa menimbulkan penyakit bagi kelinci. Oleh karena itu kelinci yang kekurangan serat pasti akan merasa tersiksa, di antaranya bereaksi dengan memakan bulu rambutnyanya sendiri. Bulu rambut yang terlalu banyak di saluran pencernaan bisa menumpuk dan mengganggu jalannya makanan yang terkenal dengan istilah penyakit hair ball. Kelinci yang terkena gangguan pencernaan atau hair ball akan malas makan, malas bergerak (karena sakit), dan susah buang air besar; yang jika kondisinya memburuk tanpa ditangani bisa mengakibatkan kematian.
Kebutuhan akan rumput terutama penting bagi kelinci yang baru beranak dan menyusui anak-anaknya untuk menjamin kebutuhan kalsium, dan menjaga kesehatannya. Anak-anak kelinci yang berusia sebelum 4 bulan juga sangat membutuhkan rumput sebelum pencernaannya menjadi sempurna untuk mencegah makan konsentrat yang berlebihan yang mengakibatkan gangguan pencernaan yang disertai mencret.
Maka usahakanlah tersedia rumput untuk kelinci anda, sebisanya (tentunya sebaiknya tiap hari, tapi tentu juga memperhatikan cuaca seperti misalnya rumput yang lembab malah membahayakan karena banyak bakteri berbahaya). Rumput bisa diberikan sekali sehari dengan jumlah lebih kurang sebesar tubuh kelinci anda, kapan saja, terutama di malam hari dimana kelinci selalu bangun, aktif, dan banyak makan.
Untuk jenis rumput yang bisa diberikan pada kelinci, kondisi, beserta lokasi dan waktu pengambilannya, untuk amannya prinsipnya adalah sebagai berikut :
  • Rumput ilalang (yang batang dan daunnya tajam dan bisa melukai kulit) tak boleh diberikan pada kelinci.
  • Rumput-rumput yang disukai dan aman untuk ternak lain seperti kambing, domba juga aman untuk kelinci (akan tetapi tentunya ada yang tak disukai kelinci walaupun kambing suka).
  • Semakin banyak jenis rumput yang anda ambil untuk diberikan ke kelinci, maka akan lebih baik. Disarankan anda minimal mengambil 3 jenis rumput yang berbeda.
  • Jangan ambil rumput yang tumbuh di sekitar kotoran atau tempat-tempat lembab seperti tempat sampah, selokan, bawah rerimbunan karena biasanya malah membahayakan karena mengandung bakteri jahat atau banyak jentik serangga. Hindari juga mengambil rumput di pinggir jalan raya yang ramai oleh kendaraan karena rumput-rumputan disana banyak terkena debu kotoran.
  • Waktu merumput juga harus diperhatikan. Jangan merumput di pagi hari karena rumput biasanya masih lembab setelah melewati malam. Merumput sebaiknya pada jam 10 ke atas, tentu syaratnya tak ada hujan sebelumnya (karena rumput bisa basah).
  • Jika terpaksa mengambil di tempat yang kebersihannya agak diragukan, tak mengapa dicuci asalkan dikeringkan setelah itu dan tidak dibiarkan lembab. Rumput yang diambil dalam kondisi lembab juga bisa dikeringkan terlebih dahulu.
  • Berikan rumput dalam keadaan layu (disarankan minimal 4 jam setelah pengambilan).
Ada dua istilah rumput yang baik untuk kelinci yang sering muncul di berbagai bahan referensi, terutama dari situs-situs luar negeri yakni : rumput timothy (foto kanan bawah) dan alfafa (foto kiri bawah). Kedua rumput ini memang rumput yang kualitasnya sangat baik untuk ternak, termasuk kelinci, akan tetapi sepertinya bukan rumput asli Indonesia sehingga susah didapat kecuali ada yang sengaja menanamnya (kata teman : di pulau Jawa rumput timothy yang ditanam sengaja dikenal dengan istilah rumput gajahan).
Rumput Alfafa; untuk ternak kelinci Rumput Timothy untuk kelinci, sumber : stonewings.us Akan tetapi janganlah panik jika tak punya stok rumput timothy dan alfafa karena kita bisa memanfaatkan berbagai macam rumput yang ada di lingkungan tempat tinggal kita. Di antara contoh atau jenis rumput yang baik untuk dijadikan makanan kelinci adalah sebagaimana foto-foto di bawah ini (catatan : beberapa rumput-rumputan di dalam foto adalah yang bisa atau mudah ditemukan di daerah Batam, di daerah lain mungkin saja ada rumput berbeda yang bisa digunakan).
contoh rumput makanan kelinciimg_4233
img_4246rumputdomba
bayam liar untuk kelincirumput kelinci babandotan
img_4242patikan-kebocontoh rumput kelinci
img_4302rumput-kelinci-jugasintrong
rumput-kelinci-jugarumput-ternak1
rumput kelinci Batamcontoh-jenis-rumput

sumber:http://horizonwatcher.blogdetik.com
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar